Senin, 23 Maret 2015

5 Hal termasuk Fitrah Manusia yang DiJelaskan Dalam Hadist



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk rutin mencukur bulu kemaluan. Dalam hadits berikut ini, mencukur bulu kemaluan disebut sebagai salah satu fitrah.

خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ الْخِتَانُ ، وَالاِسْتِحْدَادُ ، وَنَتْفُ الإِبْطِ ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ ، وَقَصُّ الشَّارِبِ

“Ada lima hal termasuk fitrah; khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan memangkas kumis” (HR. Bukhari dan Muslim)


1. khitan
Sunat atau khitan (Arab, الختان) atau memotong kulup (kulit) yang menutupi ujung zakar kemaluan laki-laki adalah salah satu tindakan yang disyariatkan dalam Islam terutama karena sunat (Inggris, circumcision) itu mempermudah seorang muslim untuk mensucikan diri dari najis. Sedangkan suci dari najis menjadi prasyarat utama untuk sahnya salat. Di samping itu, khitan diakui secara universal memiliki manfaat kesehatan yang tidak sedikit. Ia misalnya dapat mengurangi resiko kanker pen1s dan infeksi air kencing juga membuat wanita yang menjadi pasangan pria yang sunat akan lebih kecil terkena kanker leher rahim.

2.mencukur bulu kemaluan
Rambut kemaluan yang tidak dicukur membuat keringat dan bakteri menumpuk di tempat itu. Jika lama dibiarkan, bakteri yang menumpuk dapat menimbulkan penyakit/infeksi. Dengan rutin mencukur rambut kemaluan, kebersihan lebih terjaga dan penyakit/infeksi dapat dihindari.
Rambut kemaluan yang dibiarkan panjang dan tidak terawat membuat area tersebut menjadi lebih bau. Pasalnya, panas, keringat dan bakteri bercampur jadi satu. Dengan rutin mencukurnya seperti nasehat Rasulullah, maka aroma area tersebut dapat lebih terjaga.
Seperti dikutip dari Health Me Up, kulit di sekitar selangkangan sangat sensitif terhadap sentuhan. Namun, bulu kemaluan yang panjang bisa membatasi kontak langsung dengan kulit sensitif tersebut. Dengan mencukurnya, membuat suami/istri lebih mudah memberi stimulasi di area tersebut
Area disekitar kemaluan yang terjaga kebersihannya membuat seseorang lebih sehat. Tidak saja terhindar dari bau, dengan mencukur bulu kemaluan secara rutin juga dapat terhindar dari infeksi atau penyakit kulit.
sebaiknya mencukur sewajarnya saja, dan harus berhati2 ketika mencukur,jangan terlalu mepet kulit karena bisa terluka oleh pisau cukur...hehehe

3.mencabut bulu ketiak
Perlu diketahui bahwa ada rambut yang harus dijaga jangan sampai dihilangkan, bahkan wajib untuk membiarkannya tumbuh menurut aturan Islam. Namun, ada juga rambut yang harus dihilangkan.

Nah, mengenai rambut ketiak atau dalam bahasa gaulnya di kenal dengan sebutan bulu ketek. Rambut ketiak dalam hukum Islam ini harusnya dihilangkan dan tidak boleh dipelihara. Lalu yang menjadi pertanyaan kita, memangnya apa dasar dikeluarkannya hukum mencukur bulu ketiak dalam Islam mencukur bulu ketiak dalam Islam itu merupakan salah satu hal yang dapat mensucikan kita.Nah, di antara hikmah diperintahkannya menghilangkan bulu ketiak adalah supaya badan tidak mengeluarkan bau tidak sedap atau bau badan yang biasanya timbul dari keringat.

Bagaimana cara menghilangkan bau tidak sedap dari ketiak itu?
Ya itu tadi, dicukur atau dicabut bagi kalian yang kuat menahan pedasnya ketika si bulu ketek itu dicabut. Akan tetapi, jika kalian tidak kuat dengan rasa sakit itu langsung saja lambaikan tangan ke kamera, hahaha..  (bercanda sob)
bagi kalian tidak kuat dan tidak mau ambil resiko ketika mencabutnya maka kalian diperbolehkan memotongnya dengan menggunakan gunting, pisau cukur, gergaji, samurai atau alat potong lainnya ..
Di sisi lain kalian juga diperbolehkan menghilangkan bau tidak sedap yang menyerupai harumnya bunga bangkai itu dengan menggunakan tawas, tapi sepengetahuan saya belum ada yang menjelaskan tentang diperbolehkannya pemakaian deodoran untuk menghilangkan bau ketiak itu.
Kalo menurut saya boleh saja, karena kebersihan dan wangi-wangian itu kan sangat dianjurkan. Tapi semua hal itu kembali lagi kepada kepercayaan kalian masing-masing.

Sekarang sudah jelas, bahwa menghilangkan bulu ketiak merupakan anjuran bagi setiap muslim dan muslimah meskipun saya juga malas dalam hal ini hehe....
Jadi, jangan biarkan bulu ketek itu menjadi hutan amazon di ketiak kalian oke!
Karena sudah menjadi keharusan bagi kita untuk terus menggali ilmu agama. Agar dapat mengetahui dengan baik semua aturan hidup yang tertuang di dalam Al Quran dan hadits yang menjadi petunjuk hidup bagi manusia.
Maka dari itu, kita diwajibkan untuk ber-Islam secara kaffah (total) dan tidak setengah- setengah.

4.memotong kuku
Memotong kuku dengan alat bantu yang semestinya, bukan menggunakan gigi. Memotong kuku seperti kebiasaan sebagian orang dengan gigi hukumnya makruh. Ini karena bisa berdampak buruk bagi yang bersangkutan. 
Disunahkan pula untuk 'berkanan ria' atau mendahulukan bagian kanan. Mulai dari jari-jari tangan sebelah kanan menyusul kiri, lalu kaki sebelah kanan dan diakhiri kaki sebelah kiri. Potongan kuku tersebut boleh dipendam atau dibuang begitu saja. Namun, bila dilempar di pemandian atau toilet, hukumnya makruh. 
Kapankah memotong kuku, tak ada ketentuan batas waktunya. Pemotongan tersebut disesuaikan dengan tingkat kebutuhan. Semakin cepat kuku memanjang, sesegera itu pula dipotong. Akan tetapi, waktu pemotongannya tak lebih dari 40 hari. Rasul menyunahkan memotong kuku pada Jumat. Atas dasar ini, para ulama Syafi'i menentukan waktu pemotongan pada Jumat. Sedangkan, menurut mazhab Hanafi, waktu yang utama ialah memotongnya sepekan sekali, jika tidak minimal 15 hari dan jangan sampai lewat dari 40 hari.

5.memangkas kumis

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah berkata,”Menggunting (memendekkan) kumis hukumnya wajib. Akan tetapi, memotong habis itu lebih lebih utama. Adapun mempertebal kumis atau membiarkannya panjang begitu saja, maka tidak boleh karena bertentangan dengan sabda Nabi:[3]

- potonglah kumis قُصُّوا الشَّوَارِبَ ) )
- potonglah kumis sampai habis ( أَحْفُوا الشَّوَارِبَ )
- potonglah kumis (جُزُّوا الشَّوَارِبَ ) .” 

Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَأْخُذْ مِنْ شَارِبِهِ فَلَيْسَ مِنَّا رواه الترمذي 

"Barangsiapa yang tidak pernah memotong kumisnya, maka ia bukan termasuk golongan kami". [HR Tirimidzi, no. 2.761, Nasa’i, no. 5.047, sanadnya shahih]. 

Minggu, 22 Maret 2015

Cara Menangkal Sihir

Anda pasti pernah mendengar tentang ilmu sihir? Ilmu sihir adalah sejenis ilmu yang dikuasai oleh jin dan syaitan. Ilmu sihir ini merupakan perbuatan kufur lagi sesat dan juga merusak Tauhid. Jadi jangan sekali-kali mencoba untuk mempelajarinya, karena itu merupakan salah satu dosa besar yang dibenci Allah. 

Pada zaman sekarang ini, banyak sekali orang-orang yang bekerja sebagai tukang ramal yang berdalih sebagai tabib untuk mengobati pasiennya namun dengan jalan sihir atau perdukunan. Penyebaran mereka pun semakin luas, orang awam biasanya menjadi mangsa empuk untuk dijadikan korban pemerasan mereka. 

Tata Cara Menangkal Dan Menanggulangi Sihir
Allah telah mensyari’atkan kepada hamba-hambaNya supaya mereka menjauhkan diri dari kejahatan sihir sebelum terjadi pada diri mereka. Allah juga menjelaskan tentang bagaimana cara pengobatan sihir bila telah terjadi. Ini merupakan rahmat dan kasih sayang Allah, kebaikan dan kesempurnaan nikmatNya kepada mereka.

Banyak hal yang bisa dilakukan agar terhindar dari bahaya sihir. Berikut ini adalah usaha dan cara agar terhindar dari sihir dan pengobatan apabila sudah terkena sihir. Tentu saja cara-cara ini dibolehkan menurut hukum syara’:

Hal-hal yang harus dilakukan guna menjauhkan diri dari bahaya sihir sesuai tuntunan dari Rasullullah SAW antara lain sebagai berikut:

1. Membaca Ayat Kursi
Setiap selesai sholat lima waktu, sesudah membaca wirid yang disyari’atkan setelah salam dan ketika hendak tidur. Hal tersebut disebabkan karena ayat kursi termasuk ayat yang paling besar nilainya di dalam Al-Quran. ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu hadits shahihnya :

“Barangsiapa membaca ayat Kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan syetan tidak mendekatinya sampai Shubuh.”

Ayat Kursi terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 255 yang bunyinya :
“Allah tidak ada Tuhan selain Dia, Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhlukNya), tidak mengantuk dan tidak tidur, kepunyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

2. Membaca surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Naas pada setiap selesai shalat lima waktu, dan membaca ketiga surat tersebut sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah shalat Shubuh, dan menjelang malam sesudah shalat Maghrib, sesuai dengan hadits riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i.

3. Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah yaitu ayat 285-286 pada permulaan malam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya.”

Adapun bacaan ayat tersebut adalah sebagai berikut:
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab dan rasul-rasulNya. (Mereka mengatakan), ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya’. (Mereka berdo’a): ‘Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, ia mendapat pahala (dari kewajiban) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a), ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya, beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir.”

4. Banyak berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna.
Hendaklah dibaca pada malam hari dan siang hari ketika berada di suatu tempat, ketika masuk ke dalam sebuah bangunan, ketika berada di tengah padang pasir, di udara atau di laut. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan: ‘A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min syarri maa khalaq’ (aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaanNya), maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu.”

5. Membaca do’a di bawah ini masing-masing tiga kali pada pagi hari dan menjelang malam : “Dengan nama Allah, yang bersama namaNya, tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Kemudian, perbanyaklah bacaan-bacaan dzikir dan ta’awwudz ini untuk memperoleh keselamatan dan guna menjauhkan diri dari kejahatan sihir ataupun kejahatan lainnya. Barang siapa yang mengamalkannya secara benar disertai dengan penuh keyakinan kepada Allah, niscaya selamatlah hidupnya.

Namun, apabila anda sudah terkena sihir atau sedang tertimpa sihir, bacaan-bacaan seperti ini juga merupakan senjata untuk menghilangkan sihir. Do’a-do’a berdasarkan riwayat yang kuat dari Rasulullah untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh sihir dan lain sebagainya adalah sebagai berikut:

1. Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa beliau berkata kepada Tsabit Al-Bunani: “Maukah engkau aku ruqyah dengan ruqyah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Tsabit menjawab: “Ya”. Maka Anas membaca:

Artinya: “Ya Allah, Tuhan segenap manusia….! Hilangkanlah sakit dan sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada penyembuhan melainkan penyembuhan dariMu, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Al-Bukhari).

Dalam riwayat lainnya dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata: “Dahulu bila salah seorang dari kami mengeluhkan rasa sakit maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusapnya dengan tangan kanan beliau dan membaca:

“Ya Allah, Rabb sekalian manusia, hilangkanlah petakanya dan sembuhkanlah dia, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tak ada penyembuh kecuali penyembuhan-Mu, sebuah penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Do’a yang dibaca Jibril 
“Dengan nama Allah, aku mendinding (meruqyah) mu dari segala yang menyakitkanmu, dan dari kejahatan setiap diri atau dari pandangan mata yang penuh kedengkian, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.” Bacaan ini hendaknya diulang tiga kali.

3. Pengobatan sihir cara lainnya, terutama bagi laki-laki yang tidak dapat berjimak dengan istrinya karena terkena sihir. Yaitu, ambillah tujuh lembar daun bidara yang masih hijau, ditumbuk atau digerus dengan batu atau alat tumbuk lainnya, sesudah itu dimasukkan ke dalam bejana secukupnya untuk mandi; bacakan ayat Kursi pada bejana tersebut; bacakan pula surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat-ayat sihir dalam surat Al-A’raf ayat 117-119, surat Yunus ayat 79-82 dan surat Thaha ayat 65-69.

Surat Al-A’raf ayat 117-119 yang bunyinya:
“Dan Kami wahyukan kepada Musa: ‘Lemparkanlah tongkatmu!’ Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu, nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka orang-orang yang hina.”

Surat Yunus ayat 79-82:
“Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): ‘Datangkanlah kepadaku semua ahli sihir yang pandai’. Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: ‘Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan’. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: ‘Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenaran mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsung pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).“

Surat Thaha ayat 65-69 yang bunyinya :
“Mereka bertanya,’Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamilah yang mula-mula melemparkan?’ Musa menjawab,’Silahkan kamu sekalian melemparkan’. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang oleh Musa seakan-akan ia merayap cepat lantaran sihir mereka.

Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berfirman: ‘Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat, sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang.”

(Setelah selesai membaca ayat-ayat tersebut di atas hendaklah diminum sedikit airnya dan sisanya dipakai untuk mandi.)

Dengan cara ini mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menghilangkan penyakit yang sedang dideritanya dan menghilangkan sihir tersebut.

4. Cara Pengobatan Lainnya
Sebagai cara yang paling bermanfaat ialah berupaya mengerahkan tenaga dan daya untuk mengetahui di mana tempat sihir terjadi, di atas gunung atau di tempat manapun ia berada, dan bila sudah diketahui tempatnya, diambil dan dimusnahkan sehingga lenyaplah sihir tersebut.

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan semoga Allah selalu melindungi kita, serta memelihara kita dari segala sesuatu yang menyalahi syari’atNya.